Selasa, 04 Juni 2013

Pencemaran Laut Oleh Minyak



Laut adalah sumber kehidupan bagi nelayan,para pelau,terumbu karang,dan berbagai jenis hewan laut lainnya.laut yang terlihat bersih dari sampah sangat elok dipandang dan tentu saja membuat para penghuni didalamnya merasa tenang dan tentram.berdirinya berbagai organisasi perlindungan laut dan aturan-aturan khusus mengenai laut telah disusun untuk melindungi dan melestarikan laut dan kekayaan didalamnya.

      meski demikian,adanya limbah-limbah atau yang disebut Harmful substance,yaitu Setiap bahan yg dpt menimbulkan bahaya terhadap kesehatan manusia, ekosistem laut & wisata bila mencemari laut seperti minyak yang mencemari laut dari kapal-kapal,baik disengaja maupun tidak dapat mengakibatkan pencemaran laut dan memusnahkan hewan laut dan terumbu karang.

Penyebab terjadinya pencemaran laut yaitu:

a)        Kegiatan bongkar/muat kapal.
b.Bunkers,Transfer minyak antara tanki,Tanki Cleaning, Ballasting, Buangan dari slop tank,Buangan dari bilges.
   c.Kegiatan pengeboran minyak.
b)        Kegiatan penyulingan(refinery).
c)Kegiatan terminal/pelabuhan.
d)        Kegiatan dog.galanngan kapal.
e)        Kapal tubrukan.
f) Kapal kandas.
g)        Kapal kebakaran
h)       Kapal tenggelam.
i)  Jatuhnya muatan ke laut.
l.    Pengoperasian normal kapal.

      * Dari ruangan permesinan.
  -   Kebocoran bahan bakar
  -   Kebocoran minyak
  -   Tumpahan bahan baker&minyak pelumas
  -   Dari proses propeller&instalasi pendingin Mesin.
    
     * Dari ruang muat
- System ballast.
- Pencucian tanki.
- Muatan tumpah/jatuh.
- COW-trasfering-loding/discharging
 
    *Dari ruang akomodasi
- Kotoran manusia.
- Sampah(makanan/dunnage) dll.

Dampak yang diakibatkan dari pencemaran laut ini menyebabkan Tercemarnya lingkungan sekitar laut,serta rusaknya biota laut serta ekosistem lingkungan.

menurut UU no 21/ 1992,sanksi akibat pencemaran laut dapat dikenakan jika terjadi pelanggaran atas ketentuan pencemaran laut tersebut dan akan dikenakan sanksi
pidana dengan penjara paling lama 2 tahun dan denda setinggi-tingginya Rp. 48 juta
oleh karena itu,Setiap kapal diwajibkan untuk sebisa mungkin tidak membuang minyak kelaut,atau bila terpaksa membuang minyak ke laut,maka dikenai beberapa aturan/syarat  pembuangan minyak:

·         Larangan pembuangan Di dalam daerah khusus :
kecuali dalam perjalanan dengan menggunakan alat penyaring dan pemutusan aliran otomatik yang akan bekerja jika kandungan minyak  melampaui 15 ppm.

Daerah khusus atau Specil Area adalah suatu daerah laut dimana untuk alasan-alasan  teknis diakui dalam hubungannya dengan kondisi geografis & lingkungannya dengan karakter tertentu dari lalu lintasnya,dan pengesahan dari metode-metode wajib tertentu untuk pencegahan pencemaran laut  atas minyak diisyaratkan untuk pencegahan pencemaran laut oleh minyak.

·         Larangan pembuangan diluar daerah khusus:tidak boleh dilakukan pembuangan kecuali
►kandungan minyak tidak melampaui 15 ppm.
►sedang Dalam pelayaran
►Pada posisi 12 mil dari daratan dan kandungan minyak dapat kurang dari 100 ppm.
►Monitor pembuangan minyak dan pemisah air berminyak beroperasi/bekerja.

·         Persyaratan pembuangan minyak/campuran berminyak yag berasal dari ruang muat kapal tanker:
1.  kapal tidak berada dalam suatu daerah khusus atau special area.
2.  kapal sedang melaju pada suatu pelayaran.
3.  kapal pada posisi ; > 50 mil dari daratan terdekat
4.  volume pembuangan minyak tidak melampaui 60 liter per mil.
5.  total kwantitas minyak yang dibuang kelaut tidak melampaui :
@ 1/30000 dari jumlah muatan (untuk kapal tanki minyak baru)
@ 1/15000 dari jumlah muatan (untuk kapal tanki Lama/existing)
6.  kapal mengoperasikan suatu alat pemonitoran dan pengendalian pembuangan minyak dan penataan tangki endap (slop tank).

  larangan pembuangan minyak dikecualikan dalam hal:
►dianggap perlu untuk membuang minyak atau campuran berminyak kelaut untuk tujuan melindungi keselamatan sebuah kpl atau menyelamatkan jiwa dilaut
►pembuangan minyak atau campuran berminyak kelaut disebabkan kerusakan kpl atau perlengkapan
►pembuangan kelaut suatu subtansi yg mengandung minyak yg dipakai untuk menanggulangi kejadian pencemaran tertentu
►pembuangan minyak atau campuran berminyak diawasi

Kapal-kapal yang mengangkut muatan minyak,diharuskan memiliki dan membawa buku catatan minyak(Oil Record Book).Yang mengisi Oil Record Book part I adalah chief officer dan chief enggineer yang diketahui oleh nakhoda .
Buku catatan minyak ini harus disimpan atau berada ditempat yang aman dan selalu siap untuk diperiksa oleh pejabat yang berwenang pada setiap waktu beralasan.
setiap kapal yg berukuran 400 GRT keatas,yg bukan kapal tangki minyak juga harus memiliki oil record book bagian I ( ruang permesinan) dan Oil Record Book part II (dari ruang muat).

Isi Oil Record Book

a.Buku catatan minyak bagian I (ruang  permesinan).
- Isi ballas kapal/Membersihkan tangki-tanki bahan bakar.
- Buang balas kotor /air cucian
- Pengisian bahan bakar dan lub oil.
- Pembuangan bilges(air got) kamar mesin.
- Kondisi dari OWS dan ODM
- Pembuangan karena kecelakaan.
- Pengumpulan atau pembuangan oil residu  (sludge).

b. Buku catatan minyak II (ruang muatan)
- Pemuatan minyak.
- Pembongkaran muatan.
- Transfer minyak antara tangki muatan.
- Mengisi ballas ke tangki minyak(tangki muat).
- Tank cleaning(cuci tangki)termasuk COW (Crude Oil Washing).
- Pembuangan air dari slop tank kelaut.
- Pembuangan residu2(sludge)
-    Pembuangan ballast kotor
-    Pembuangan ballast dari DBT
-    Pembuangan karena kecelakaan..
-    Pembuangan ballast bersih dari tanki muat
-  Kondisi dari OWS dan ODM.

Pada kapal barang berukuran > 400 GT di pasang alat perlengkapan dan penataan sehubungan dengan pengawasan  pembuangan minyak dari ”Ruang permesinan”perlengkapan dan penataan tersebut yang harus di miliki:

 a. Perlengkapan pemisah air berminyak (oil water -     separator).
 b. Sistim pemompaan dan penataan pipa-pipa yang terkait (Associated pipping and pumping system).
 c. Sambungan standart  pembuangan (Standart discharge connection).
 d. Tangki dengan kapasitas yang cukup untuk menampung residu minyak (endapan Lumpur  minyak).

Kapal-kapal tangki minyak di pasangi perlengkapan dan  penataan sehubungan  dengan pembuangan minyak dari tangki muatan.penataan dan perlengkapan  tersebut yaitu:

a.           ODM (Oil Discharging Monitoring): Sistem     pemonitoran dan pengendalian kandungan   minyak untuk pebuangan ke luar kapal. →   Aturan 15(3).a.
b.           OWID (Oil Water Interface Detector): Detector     permukaan antara air/minyak→Aturan 15 (3).a.
c.           Slop tank arrangement: Penataan tangki endap →Aturan 15 (3).c.
d.           Penataan pemompaan,pipa2 dan pembuangan. (pumping,piping,Discharge arrangement)→Aturan- 18.


Kapal-kapal pengangkut minyak juga harus dilengkapi beberapa perlengkapan seperti:

1.Segregated Ballast tank,yaitu Tanki ballast yg terpisah dari system minyak muatan & bahan bakar yg secara permanen diperuntukkan utk membawa air ballast.

Kapal-kapal yang wajib dilengkapi dengan SBT:
·      kapal tangki minyak baru dari ukuran 30000 tdw keatas, yang dikonstruksikan dengan system tangki tolak bara/balas terpisah yang diakui dan terlindungi.
·      kapal tangki lama dari ukuran 40000 tdw keatas, yang konstruksinya suatu system tolak bara/balas terpisah.
·      kapal tangki minyak baru (pengangkut minyak mentah/prodak) dengan ukuran 20000 tdw keatas, yang kontruksinya dengan tolak bara/balas terpisah

2.slop tank yang berfungsi Untuk  menampung limbah minyak dari bekas cucian tangki, ballast kotor, dan sisa-sisa minyak kotor,dengan kapasitas volume tangki = 3% dari kapasitas angkut minyak, kecuali jika :
o  kapal dilengkapi dengan SBT (segregated ballast tank).
o  Volume tangki = 2% dari kapasitas angkut minyak.


Salah satu sertifikat yang harus dimiliki oleh setiap kapal pengangkut minyak adalah sertifikat IOPP(Internstional Oil Pollution Prevention) bagi semua kapal tanker yang berukuran > 150 GT keatas, dan semua kapal selain kapal tanker yang berukuran >400 GT keatas.
Instansi yang mengeluarkan IOPP adalah masing-masing negara peserta konvensi yang berwenang menunjukan diadakannya Survey pertama (initial survey),surveyor/inspector Negara konvensi,selama Negara bendera kapal belum meratifikasi konvensi.

pemeriksaan (Survey)untuk kapal tangki minyak (tanker)yang berkaitan dengan sertifikat IOPP yaitu:

1. Initial survey : Dilakukan sebelum kapal dioperasikan untk pertama kali
2. Annual survey (Survey tahunan): di lakukan dalam wkt 3 bulan  Sesudah tanggal berlaku dari certificate tersebut. 
3 .Intermediate survey(survey antara):di lakukan dalam 3bulan sebelum atau sesudah penerbitan ke-2 atau ke-3.

Serifikat IOPP dapat dibatalkan untuk tujuan mencegah kapal melakukan pelayaran apabila:
-    Jika kapal telah habis masa berlakunya
-    Jika ada perubahan dari peralatan dan system tanpa persetujuan
-    Jika dalam intermediate survey surveyor menyatakan peralatan tidak lagi memenuhi regulation
-    Tidak diadakan intermediate survey


Selain IOPP dan Oil Record Book Part I dan II,document-documen yang harus dibawa oleh kapal-kapal tangki minyak selama berlayar sebagai alat pengotrol,pencegahan dan penanggulangan pencemaran antara lain:
  - SOPEP(Shipboard oil pollution Emergency  plan).
  - Buku petunjuk kerja &perlengkapan :COW.
  - Buku petunjuk kerja & perlengkapan: IGS
  - Setificate keselamatan perlengapan kapal untuk meyakini bahwa system IGS (Inert
     Gas System) sesuai dengan peraturan.
  - Garbage record book.
  - Garbage Management Plan.

Untuk memaksimalkan pembersihan pencemaran atau penanggulangan pencemaran oleh minyak,Diperlukan juga peralatan dan sarana diantaranya:

-    Kapal tunda
-    Motor boat
-    Tongkang minyak
-    Oil boom
-    Skimmer
-    Oil dipersant
-    Oil bag
-    Spraying unit
-    Sorbent
-    Sarana komunikasi



Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan meninggalkan komentar Anda atau inbox via email:aranaipi@gmail.com